RSS Feed

ETIKA KOMUNIKASI : Analisis Kode Etik Periklanan

Posted on

Analisis Pelanggaran Kode Etik di Bidang

PERIKLANAN

 

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) mencatat, hingga Oktober tahun 2009, setidaknya ditemukan 150 kasus iklan bermasalah dan 100 di antaranya melanggar kode etik. Pelanggaran pada umumnya terjadi pada penggunaan istilah atau kata yang bersifat superlatif tanpa bukti pendukung yang objektif.Sejalan dengan ketatnya persaingan bisnis, maka iklan menjadi sarana komunikasi utama merebut pasar. Namun tidak semua iklan efektif dan etis karena sebagian besar justru melanggar Etika Pariwara Indonesia (EPI). Sebagaimana disebutkan sebelumnya.

Monitoring telah dilakukan Badan Pengawas Periklanan (BPP) PPPI setelah iklan tayang di televisi dengan mensosialisasikan kode etik periklanan dan pembinaan kepada para anggotanya dalam menghasilkan karya-karya pariwara. Namun BPP, ternyata bukanlah lembaga sensor karena kewenangan tersebut sudah dilakukan oleh Badan Sensor Indonesia. Dengan begitu seharusnya monitoring lebih efektif dengan didukung peran masyarakat, LSM, media periklanan, pengiklan maupun biro iklan dengan melaporkan jika terjadi dugaan pelanggaran dalam beriklan.

Menurut catatan, nilai bisnis indutri periklanan pada 2009 diperkirakan dapat mencapai Rp53 trilliun, dan diproyeksikan tumbuh 15 kali lipat pada 2010. Tahun 2009 belanja iklan terbesar adalah industri telekomunikasi dan iklan partai politik.

Untuk belanja iklan operator telekomunikasi di media massa, baik cetak, elektronik dan televisi pada kuartal ketiga 2009 lalu diperkirakan mencapai Rp 2,867 triliun. Bahkan survey yang dilakukan Nielsen Indonesia mencatat iklan yang digencarkan operator selalu masuk dalam sepuluh kontribusi terbesar belanja iklan.

Dalam keterangan tertulisnya disebutkan, survey yang dilakukan Nielsen mencakup penelitian pada 24 stasiun televisi, 103 koran, dan 165 majalah serta tabloid. Dari penelitian tersebut, selama sembilan bulan pertama tahun ini, total belanja iklan mencapai Rp 35,5 triliun. Angka itu di luar iklan baris, diskon dan promo.

Namun dengan meningkatnya intensitas persaingan bisnis melalui iklan untuk merebut pasar konsumen, PPPI khawatir, iklan yang dibangun justru tidak menjunjung Etika Pariwara Indonesia (EPI). Tidak semua iklan efektif dan etis karena sebagian justru melanggar EPI.

Dalam iklan yang digencarkan antaroperator telekomunikasi, misalnya, banyak ditemui kasus pelanggaran EPI. Kasus ini bisa kita cermati sudah sering kali terjadi. Oleh sebab itu, PPPI pun menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mendorong efektivitas EPI. PPPI sendiri melalui Badan Pengawas Periklanan (BPP) akan melakukan post monitoring setelah iklan tersebut tayang di televisi. Namun sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, BPP PPPI bukan lembaga sensor, karena kewenangan tersebut sudah dilakukan oleh Badan Sensor Indonesia.

Meski tak dirinci berapa jumlah pelanggaran iklan telekomunikasi, namun secara general, berdasarkan data BPP PPPI sejak 2005-2008, ditemukan ada 346 iklan bermasalah dan sekitar 277 di nya dinyatakan telah melanggar EPI. Kebanyakan pelanggaran tersebut terkait dengan penggunaan istilah atau kata yang bersifat superlatif tanpa bukti pendukung yang obyektif. Hingga Oktober 2009, ditemukan 150 kasus iklan bermasalah dan 100 di nya dinyatakan melanggar kode etik.

Dengan begitu sebaiknya memamng pekerja media sadar akan posisinya yang mulai dipertanyakan kredibilitasnya dalam beretika.  Pelanggaran atau kurang pahamnya pekerja media terhadap kode etik itu akan membuat nama pekerja media secara kesuluruhan menjadi taruhannya. Toh, diadaklannya kode etik bukan untuk mengekang melainkan menjadikan pekerja media komunikasi menjadi lebih baik dan memenuhi kepentingan publik juga dengan baik. dengan memeahami dan menerapkan kode etik profesi masing-masing pasti iklim kerja yang baik dan jug ahasil yang baik akan diperoleh. Meskipun, saat ini memang bisnis sudah mengalahkan idealisme serta “profesionalisme” yang benar.

 

About these ads

About airishwisnu

Tinggi Badan : 185cm Berat Badan : 79kg Juara 1 News Anchor Games "Seminar Public Speaking UGM" - 20 Besar Finalis "Audisi Presenter Berita TV ONE untuk Kota Yogyakarta dan sekitarnya" - 30 Besar Finalis "Panadol Inspiring Singer 2010" untuk DIY Tinggi Badan : 185cm Berat Badan : 79kg Hobby : nyanyi, musik, menulis, masak CV: -finalis DUTA WISATA KABUPATEN CILACAP 2004 -Anggota Paskibra SMA N 1 Cilacap (SeleksiKabupaten 2004) - juara 3 nasyid se BARLINGMASCAKEB 2005 - Finalis Cilacap Singing Contest 2006 - Juara 3 Folklore bersama PSM UGM tahun 2010 - Juara Harapan 1 Perti bersama PSM UGM tahun 2010 - Juara 1 News Anchor Games "Seminar Public Speaking UGM" - 20 Besar Finalis "Audisi Presenter Berita TV ONE untuk Kota Yogyakarta dan sekitarnya" - 30 Besar Finalis "Panadol Inspiring Singer 2010" untuk Kota YOgyakarta dan sekitarnya -Lulus KKN PPM UGM 2010

One response »

  1. Pingback: 2010 in review « Airishwisnu's Blog :: A Rejuvenesence of Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 613 other followers

%d bloggers like this: